Kabar Terbaru · 15 Agustus 2026
Perjalanan Robusta Wine Silalabak: Dari Kantin Sekolah Hingga Tembus Pasar Internasional
PANGANDARAN — Perjalanan hidup Iis Sunisih (35), seorang perempuan asal Desa Sidamulih, Kabupaten Pangandaran, menjadi bukti nyata bahwa ketekunan mampu merubah nasib. Berawal dari seorang buruh serabutan yang menjaga kantin sekolah, kini ia menjelma menjadi pengusaha kopi sukses dengan omzet mencapai puluhan juta rupiah per bulan.
Awal mula keterlibatan Iis di bisnis kopi berakar dari ketidaksengajaan. Suaminya sempat iseng menanam pohon kopi di sekitar rumah untuk dikonsumsi pribadi. Namun, ketika dicoba untuk dijual, ternyata ada pembeli yang berminat. Melihat peluang tersebut, Iis memberanikan diri untuk berpindah haluan secara total pada tahun 2019.
Dengan tabungan yang dikumpulkannya selama bekerja serabutan dan mengelola kantin, Iis membeli lahan kebun kopi seluas setengah hektar. Meski begitu, jalan yang ditempuhnya tidak langsung mulus. Ia sempat menghadapi berbagai tantangan, mulai dari rumitnya perawatan tanaman kopi yang membutuhkan biaya dan waktu, hingga penolakan dari pemilik kedai-kedai kopi lokal di Pangandaran yang menganggap produknya rumit dan mirip kopi sachet.
Inovasi dan Terobosan di Tengah Pandemi
Modal yang seluruhnya sudah terlanjur tertanam di kebun kopi memicu semangat Iis untuk terus belajar. Ia memperdalam pengetahuan tentang olahan kopi robusta hingga beralih menjual roasted bean (biji kopi sangrai).
Saat pandemi COVID-19 melanda dan mengancam keberlangsungan usahanya, Iis melakukan inovasi dengan meluncurkan varian Arabika House Blend dan Arabika Espresso. Puncaknya terjadi pada tahun 2021, ketika ia meracik produk unggulan bernama Robusta Wine Silalabak.
Kopi Robusta Wine ini dibuat melalui proses alami (natural wine), yaitu fermentasi biji kopi pilihan selama 10 hari yang dilanjutkan dengan penjemuran selama satu bulan penuh. Proses rumit ini menghasilkan sensasi rasa unik khas anggur (wine) tanpa menghilangkan karakter alami kopi.
Merambah Pasar Nasional dan Ekspor Internasional
Kini, brand Silalabak milik Iis mampu memasok kebutuhan kopi untuk 17 kedai di Pangandaran serta menjangkau kota-kota besar seperti Bandung, Depok, Jakarta, hingga Yogyakarta. Dalam sekali panen, usaha ini mengolah hingga 1 kuintal biji kopi dan membukukan omzet sekitar Rp20 juta per bulan.
Keberhasilan Robusta Wine Silalabak tidak berhenti di pasar domestik. Pada tahun 2022, penikmat dan pengusaha kopi asal Austria serta Singapura tertarik dengan cita rasa kopi tersebut setelah berkunjung langsung ke Pangandaran. Walau sempat terkendala modal pengiriman besar, Iis memulainya dengan mengirim sampel sebanyak 2 kilogram yang ternyata mendapat respon sangat positif.
Kini, pengiriman ke Austria dan Singapura rutin dilakukan setiap bulan. Untuk memperluas kapasitas produksi dan peralatannya demi memenuhi permintaan ekspor, Iis memanfaatkan fasilitas Kredit Usaha Rakyat (KUR) dari Bank BRI.
Sebagai anggota BPC HIPMI Pangandaran, Iis juga aktif berjejaring dan telah mengikuti ajang business matching bersama pengusaha muda se-Jawa Barat di Cirebon. Perjuangannya kini tak hanya mengubah taraf hidupnya sendiri, tetapi juga memberi harapan dan dampak positif bagi para petani kopi lokal di Pangandaran.